Masa Depan Industri Peternakan di Era Milenial





Industri peternakan terbagi dalam beberapa bidang, dan secara garis besar ada bidang peternakan sapi potong, sapi perah, kambing dan domba, serta unggas ras. Beberapa permasalahan pada sektor sapi potong masih berkutat pada upaya bagaimana menambah jumlah populasi yang ada. Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) menjadi solusi yang diharapkan akan mendongkrak jumlah populasi sapi pada beberapa tahun ke depan.

Hal itu diungkap dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) di Serpong, Tangerang pada 7 Desember 2017 lalu. Seminar dengan tema Outlook Industri Peternakan 2018 tersebut dihadiri oleh para pelaku industri peternakan, akademisi dan mahasiswa.

Pada sektor perunggasan, permasalahan masih berkutat pada oversuplai produksi yang menyebabkan harga Live Bird masih di bawah Harga Pokok Produksi dan Harga acuan Permendag No.27/2017. Hal ini membuat Dirjen PKH harus berulang-ulang membuat kebijakan pengurangan telur Hatching Egg (HE) kepada para perusahaan perbibitan ayam ras untuk menekan kelebihan produksi.

Masa depan peternakan domestik di era milenial mau tidak mau akan melibatkan generasi Y dan Z yang bercirikan sangat tanggap terhadap perubahan informasi. Hal ini tentu menjadi keunggulan tersendiri sebagai akibat liberalisasi perdagangan yang menuntut perubahan cepat pada segala bidang. Daya tangkap generasi milenial yang sangat baik terhadap informasi, sudah selayaknya dikelola dengan baik sehingga menjadi nilai positif terhadap perkembangan dunia peternakan kedepannya. Saat ini banyak lulusan sarjana peternakan yang bekerja di sektor yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Wajar jika kemudian Bapak Presiden pernah 'mengkritik' salah satu kampus terkait hal ini pada beberapa bulan yang lalu. Menurutnya, banyak sarjana pertanian/peternakan yang justru bekerja pada sektor perbankan. Jika memang data ini benar, ada apa gerangan generasi milenial seperti sekarang enggan untuk bekerja pada sektor yang sesuai jurusannya, utamanya untuk bekerja pada sektor peternakan.

Bagaimana sebenarnya karakteristik generasi milenial di Indonesia? Sikap generasi milenial di hampir semua negara mirip-mirip: cepat bosan dengan rutinitas, cepat tanggap terhadap dunia informasi, tidak melihat sebuah pekerjaan dari sudut pandang keren tidak keren. Beberapa generasi muda milenial saat ini mempunyai paradigma tersendiri dalam membangun dunia peternakan: ada yang membangun bisnis peternakan berbasis media sosial dan lain sebagainya.

Pada intinya, peluang industri peternakan di tahun 2018 masih prospektif. Walaupun tantangan juga semakin berat, apalagi pada industri perunggasan terjadi gejolak cukup serius pasca kekalahan negara kita dalam sidang WTO, yang berakibat pada kemungkinan masuknya daging ayam asal Brasil. Namun, hal itu semua akan dapat teratasi jika semua pihak dapat besinergi dengan baik untuk membangun peternakan domestik. Adanya bonus demografi yang berisikan anak-anak muda generasil milenial telah siap berkompetisi dalam percaturan industri peternakan. sumber: ispi





copyright@2017 agropustaka.id