Persyaratan Penting Penyembelihan Sapi





Dalam melakukan penyembelihan ternak, harus mengikuti prinsip kesejahteraan hewan (kesrawan) atau animal welfare. Oleh karenanya, penyembelihan harus dilakukan oleh juru sembelih yang memiliki persyaratan tertentu, seperti yang saat ini sedang dirancang menjadi SNI, yakni RASNI 99003-2018.

Dalam sebuah pelatihan kesrawan oleh Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) di Kampus IPB Darmaga pada 14 Mei lalu, Staf Pengajar FKH IPB Supratikno mengatakan, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh juru sembelih halal, yakni dewasa, muslim, sehat jasmani dan rohani, memiliki sertifikat kompetensi sebagai juru sembelih halal.

Juru sembelih halal harus mengetahui posisi sapi yang akan disembelih, yakni dapat dilakukan pada posisi ternak berbaring, diutamakan pada sisi sebelah kiri dan menghadap kiblat. Dapat dilakukan pula dalam posisi berdiri di dalam restraining box. Selanjutnya, Lafaz tasmiya dilakukan pada saat setiap menyembelih satu ekor ternak sesaat sebelum penyembelihan.

Adapun untuk pisau untuk menyembelih, juga terdapat kriteria baku. Tikno menjelaskan, pisau sembelih tidak berbahan yang mengandung unsur kuku, gigi dan tulang. Pisau harus sangat tajam, sehingga mampu menyayat dengan mudah dan sekaligus semua saluran wajib tanpa tenaga berlebihan. Sayatan yang dihasilkan menjadihalus sehingga tidak terlalu menyakiti hewan serta tidak menginduksi faktor pembekuan darah.

Pelatihan yang dilaksanakan rutin oleh FLPI ini diakhiri dengan kunjungan para peserta ke PT Elders Indonesia, RPH yang operasionalnya di wilayah Kampus IPB. AP




copyright@2017 agropustaka.id