Menata Infrastruktur Distribusi Jagung untuk Pakan





Tantangan sistem logistik saat ini yakni belum tertatanya infrastruktur yang belum bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia, adanya biaya siluman dalam distribusi, regulasi di tingkat daerah yang belum jelas, dan efektifitas sistem logistik yang tercapai, baik dalam hal frekuensi, hubungan perdagangan antar wilayah, maupun biaya.

Selain itu, ketersediaan data perdagangan antar wilayah juga belum ada sehingga menyulitkan dalam analisa logistik suatu produk. Hal itu disampaikan oleh Dr. Sahara, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi-FEM-IPB dalam FGD Forum Logistik Peternakan Indonesia di Bogor pada 14 November 2018 lalu. Sahara menambahkan, peningkatan kinerja logistik telah menjadi kebijakan pembangunan penting bagi pemerintah Indonesia.

Fakta bahwa Indonesia telah mengembangkan cetak biru sistem logistik nasional dan "tol laut" dapat memberikan strategi yang berguna bagi pemerintah Indonesia untuk menghadapi tantangan dalam layanan logistik khususnya dalam produk pertanian.

Ia menandaskan, pelaksanaan cetak biru sistem logistik nasional membutuhkan kerjasama yang baik antara lembaga pemerintah dan sektor swasta di Indonesia.

Kolaborasi terutama harus fokus pada peningkatan indikator kinerja logistik terkait. Sahara juga menyarankan agar pemerintah juga dapat mempromosikan peran industri logistik pihak ketiga untuk memungkinkan lebih banyak konsolidasi arus kargo. AP




copyright@2017 agropustaka.id